<< Kembali

 

Tuhan adalah gembalaku yang baik

Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. (Mazmur 23:1-6)

 

Setiap orang memasuki tahun 2014 dengan situasi yang berbeda. Ada yang menjalaninya dengan penuh antusias karena ada tantangan baru yang dapat mendatangkan kebaikan yang lebih besar bagi hidupnya. Ada juga yang menelusurinya dengan penuh kecemasan karena tidak mempunyai kepastian masa depan yang jelas. Ada pula yang menapakinya dengan penuh kekecewaan karena tidak dapat melihat secerca harapan untuk mengalami perubahan keadaan yang menyesakkan hati. Tetapi bagaimanapun kondisi kita, ada sesuatu yang pasti bahwa Allah kita dalam Tuhan Yesus Kristus akan menjadi Gembala yang baik untuk setiap kita. Ia menjamin untuk memimpin perjalanan hidup kita di depan.

Sebagai Gembala yang baik, Ia akan memeliharakan hidup kita, meskipun dengan situasi yang sangat sulit sekalipun. Di zaman pemazmur tidak mudah bagi domba-domba untuk mendapatkan rumput karena harus melewati tanah yang tandus dan lereng yang berbatu-batu tajam. Untuk itu gembala akan menuntun mereka sampai di padang rumput hijau dan air yang tenang. Dalam perjalanan yang bahaya itu, mungkin saja ada domba-domba yang terluka. Namun Sang Gembala pun tidak akan segan untuk segera membalut luka mereka atau mencabut duri-duri yang menusuk mereka.

Ketika tiba di padang rumput dan air yang tenang, jiwaku disegarkan sebab sudah diluputkan dari segala mara bahaya dalam sepanjang jalan yang sulit. Sebagaimana Gembala menyertai domba-domba melewati bahaya, Tuhanpun menyertai kita dengan kekuatan menghadapi segala yang sulit dan memberikan penghiburan di saat kita kecewa dan merasa lemah. Hanya kebaikan dan kemurahan belaka yang akan mengikuti umat Tuhan. Oleh sebab itu jiwa kita tidak perlu gundah, tetapi tetap berharap kepada Allah kita.

Di tengah-tengah ancaman dan bahaya dari musuhnya, Daud berpaling kepada Allah, Gembalanya yang baik. Sebagaimana pengalaman pribadi Daud, kita sebagai jemaat dan murid-murid Tuhan Yesus, akan tetap merasa aman karena Gembala kita yang baik terus menerus menyertai, membimbing dan melindungi kita. Karena itu, bagaimanapun situasi kita saat ini, tetap setia mengikuti Gembala Agung kita, Tuhan Yesus Kristus dalam sepanjang perjalanan hidup kita.

 

(Januari 2014)