<< Kembali

 

Tetap berdiri teguh

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberita-kan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara. (Efesus 6:10-20)

 

Untuk mencapai tujuan tertentu, orang akan berusaha berjuang untuk mencapai target tersebut. Contohnya tim bulutangkis pria dan wanita akan berjuang untuk merebut kembali piala Tomas dan Uber. Karena itu para pemain berlatih dengan keras agar dapat mencapai target yang dibebankan kepada mereka. Demikian juga setiap orang Kristen harus terus berjuang untuk tetap berdiri teguh di dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus.

Setelah mendapatkan anugerah keselamatan dari Allah melalui iman, seorang harus berjuang meninggalkan manusia lama yang dikuasai oleh dosa dan hidup dengan natur manusia baru yang taat kepada kehendak Allah dan mengasihi sesama (4:17-32). Ia juga akan belajar membangun relasi dalam keluarga dengan dasar kasih Kristus (5:22-6:9). Dan sebagai anggota tubuh Kristus, ia akan berusaha untuk menjaga kesatuan jemaat (4:1-6). Namun perjuangan ini bukan melawan darah dan daging, tetapi melawan kuasa si jahat. Setan adalah musuh kita yang jahat, kuat dan berkuasa.

Oleh sebab itu kita harus berjuang dengan senantiasa dikuatkan oleh kuasa Allah yang membangkitkan Tuhan Yesus. Hanya kuasa kebangkitan Kristus yang dapat mengalahkan si jahat. Dengan kekuatan diri sendiri kita tidak akan mampu menundukkan si jahat. Dengan kekuatan dari Allah kita akan dapat teguh berdiri di dalam Dia.

Allah juga telah menyediakan segala perlengkapan senjata untuk mengalahkan si jahat. Senjata itu adalah kebenaran yaitu hati yang jujur dan tulus terhadap Tuhan. Keadilan adalah kehidupan yang benar. Kerelaan untuk mengabarkan Injil. Mempunyai iman yang teguh. Keyakinan akan keselamatan dan menggunakan pedang Roh yaitu firman Allah untuk mengalahkan si jahat. Firman Allah adalah dasar bagi semua senjata Allah yang disebutkan sebelumnya. Karena itu setiap kita harus mengenal dan mencintai firman Tuhan serta hidup menurut firman-Nya. Firman Tuhan adalah kekuatan kita untuk menghadapi si jahat yang masih berusaha untuk menjauhkan kita dari Tuhan.

Pada akhirnya kita harus senantiasa berdoa di dalam Roh, yaitu berdoa dengan tekun, terus menerus, bukan hanya pada masa-masa sulit saja, tetapi dalam setiap keadaan. Doa di dalam Roh yaitu berdoa sesuai dengan firman Tuhan, bukan asal memohon seturut kehendak diri kita sendiri. Kita juga perlu saling mendoakan agar setiap kita tidak goyah dalam berjuang menghadapi si jahat.

(Mei 2014)