<< Kembali

 

Mengawali tahun baru dengan berkat Tuhan

TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka. (Bilangan 6:24-27)

 

Memang kita tidak tahu apakah tahun ini keadaan kita akan lebih baik atau lebih berat dan sulit. Namun untuk menjalani tahun baru, kita, umat Tuhan, tidak perlu menebak-nebak, tidak perlu mengira-ngira dan meramalkan hal-hal yang tidak pasti. Karena setiap orang Kristen diperkenankan mengawali dan memasuki setiap tahun baru dengan sebuah kepastian bahwa Tuhan memberkati kita.

Tentu kita tetap harus berjuang dan bekerja keras di tahun ini yang akan kita jalani. Tetapi kita perlu menjalaninya dengan memegang janji firman Tuhan Bil. 6:24-27. Janji ini memberikan jaminan/garansi dari Tuhan sendiri. Jaminan apa yang diberikan Tuhan bagi kita dalam menjalani hari-hari di depan kita?

 

1. Tuhan Memberikan Jaminan Perlindungan-Nya (ayat 24)

Allah menjanjikan penyertaan dan berkat-Nya kepada bangsa Israel dalam perjalanan mereka keluar dari Mesir menuju ke tanah perjanjian. Dalam jaminan yang pertama, Allah berjanji untuk memberkati umat-Nya. Apakah berkat itu sebenarnya? Kata berkat memiliki makna yang spesifik dalam Perjanjian Lama. Allah memberkati umat-Nya dengan menganugerahkan keturunan, kekayaan, tanah, kesehatan, dan kehadiran-Nya sendiri di tengah-tengah mereka.

Apakah wujud berkat Tuhan itu untuk kita? Diberkati Tuhan adalah dilindungi oleh Tuhan. Kata melindungi sering dipakai untuk menggambarkan seorang prajurit yang ditugaskan untuk menjaga keamanan posnya. Jadi, Allah berjanji untuk menjaga umat-Nya dengan waspada dan menjamin tidak ada sesuatupun terlepas dari perhatian-Nya yang penuh kasih. Berkat Tuhan adalah penyertaan dan perkenan-Nya.

 

2. Tuhan Memberikan Jaminan Anugerah-Nya (ayat 25)

Garansi kedua adalah Tuhan akan menyinari wajah-Nya atas umat-Nya. Hal ini sesungguhnya adalah sesuatu yang menakutkan bagi orang-orang dalam PL. Sebab mereka tahu, mereka akan mati karena Allah terlalu suci, sedangkan mereka terlalu najis (Kel. 20:18-21). Allah memang akan memandang mereka dengan wajah yang murka karena dosa mereka. Tetapi di sini Allah bukan dengan wajah yang marah, melainkan dengan wajah yang tersenyum memandang mereka. Di sinilah Allah memberikan anugerah-Nya, mereka yang seharusnya mati, mendapatkan pengampunan. Anugerah Allah ini telah diberikan dalam Yesus Kristus bagi kita.

 

3. Tuhan Memberikan Jaminan Damai Sejahtera-Nya (ayat 26)

Jaminan yang ketiga adalah bahwa Allah akan menghadapkan wajah-Nya dan memberikan damai sejahtera-Nya. Untuk memahami Allah menghadapkan wajah-Nya, maka akan lebih jelas, jika disebutkan kebalikannya, yaitu Allah memalingkan wajah-Nya. Betapa ngerinya! Hal ini berarti tidak mau tahu, tidak mau kenal, tidak mau berhubungan dan karena itu tidak mau menolong. Tetapi kita bersyukur bahwa Allah tidak akan memalingkan dan menyembunyikan wajah-Nya, melainkan Ia akan menyinari kita dengan wajah-Nya dan menghadapkan wajah-Nya. Bahkan Dia memberikan shalom, damai sejahtera bagi kita.

Shalom bukan hanya berarti tiada peperangan dan aman. Tetapi lebih jauh menyangkut kesejahteraan seluruh aspek kehidupan kita, termasuk hubungan yang benar dengan Allah. Ini tidak berarti asal kita berteriak minta tolong kepada Tuhan, usaha kita pasti sukses, kemudian tiba-tiba menjadi konglomerat. Bukan itu! Shalom berarti apapun yang kita alami, hati kita tetap ada damai sejahtera.

 

Mari kita menjalani hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun dengan memegang janji dan jaminan yang diberikan Tuhan bagi kita. Amin!

 

(Januari 2013)