<< Kembali

 

Janji penyertaan Tuhan

Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. (Yesaya 41:10)

 

Amy Carmichael menuliskan, „Anakku yang berharga“:

Dia yang telah memimpin akan memimpin melewati padang belantara,

Dia yang telah mencukupi pasti akan mencukupi …

Dia yang telah mendengar seruanmu, tak akan pernah menutup telinga-Nya,

Dia yang telah melihat engkau mendesah, tak akan melupakan air matamu.

Dia selalu mengasihi, tak pernah berhenti.

Jadi berserahlah kepada-Nya sekarang dan selama-lamanya.

Ungkapan di atas merupakan keyakinan seorang anak Tuhan, terhadap janji penyertaaan Tuhan atas dirinya. Nabi Yesaya memberikan janji penyertaan TUHAN terhadap umat-Nya, Israel. Meskipun mereka ada di dalam hukuman pembuangan, Ia berjanji akan membangkitkan seorang Pembebas bagi mereka. Umat Tuhan hendaknya meresponi dengan penuh pengharapan dan tidak menjadi takut karena TUHAN menyertai mereka. Umat Tuhan seharusnya tidak menjadi bimbang sebab Allah akan memimpin dan menolong mereka.

Umat Tuhan ditengah-tengah kesusahan dan kesengsaraan dapat mempercayai janji ini sebab Ia yang memberikan janji penyertaan ini adalah Allah yang kekal dan Maha Kuasa: „TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung ...“ (40:28) dan „... Aku, TUHAN, yang terdahulu dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga.“ (41:6). Ia pun adalah Allah yang tidak akan meninggalkan mereka: „dan sebagai Allah orang Israel Aku tidak akan meninggalkan mereka.“ (41:17).

Penyertaan TUHAN bagi umat-Nya menjadi semakin nyata, ketika Tuhan Yesus Kristus lahir ke dalam dunia ini, sebagai Imanuel: Allah menyertai kita. Ia datang untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa, seperti Ia menyelamatkan sisa umat Israel dari pembuangan Babel. Ia bukan hanya menyelamatkan dan menyertai umat Israel di zaman PL, tetapi juga kepada setiap kita yang menjadikan Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.

Kita bersyukur karena kita telah memasuki Tahun yang baru. Sebagai pengikut Tuhan Yesus, kita tidak „dianak-emaskan“ oleh Tuhan, sehingga boleh lepas dari pergumulan kehidupan kita masing-masing. Ada yang mungkin harus bergumul dengan masalah kesehatan, yang lain bergumul dengan masalah rumah tangga atau anak, sebagian lagi bergumul dengan masa depan studi dan pekerjaan. Kita tidak tahu bagaimana akhir pergumulan itu. Tetapi satu hal yang pasti, apapun yang menjadi pergumulan kita sepanjang perjalanan hidup kita, TUHAN Allah yang kekal di dalam Kristus Yesus, yang kita percayai, tidak akan pernah meninggalkan kita. Ia senantiasa menyertai kita. Kita harus berserah kepada-Nya dengan iman kita yang teguh.

Selamat Tahun Baru!

(Januari 2015)