<< Kembali

 

Berjalan bersama dengan Allah

Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. (Ibrani 11:5-6)

 

Kita bersyukur untuk campur tangan Tuhan sehingga Bible Camp Pemuridan (BCP) 2012 dapat berlangsung dengan baik. Semua peserta diberkati Tuhan dengan berkelimpahan. Belasan dari peserta untuk pertama kali secara sadar, menerima Tuhan Yesus dalam hidup mereka dan hampir semua peserta memperbaharui komitmen dalam pengikutan dan pelayanan mereka kepada Tuhan Yesus. Namun setelah satu minggu dalam “kehidupan surgawi” di Rotenburg an der Fulda, kita semua kembali kepada kehidupan di dunia nyata. Pertanyaannya adalah bagaimana dalam kehidupan sehari-hari kita dapat mempertahankan komitmen yang sudah diikrarkan di hadapan Tuhan selama waktu BCP?

Jawabannya adalah tetap berjalan dengan Allah seperti Henokh yang juga hidup dalam dunia yang penuh kejahatan. Berjalan dengan Allah berarti menyenangkan Allah atau berkenan kepada Allah. Bergaul dengan Allah, hanya mungkin jika telah terlebih dahulu terjadi rekonsiliasi antara kita, orang berdosa dengan Allah sendiri. Rekonsiliasi ini menjadi nyata ketika kita membuka hati kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita.

Agar secara konstan berjalan dengan Allah, setiap kita harus rela menaklukkan kehendak diri di bawah kehendak Allah. Kehendak diri yang ditaklukkan itu, tidak lain adalah kepatuhan sepenuhnya di dalam kasih. Hal ini berarti rela secara aktif mengikuti jalan Tuhan atau kehendak Tuhan. Dan inilah kasih yaitu kita berjalan menurut perintah-perintah-Nya (2 Yoh. 6a). Barangsiapa mengatakan bahwa ia hidup di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup (1 Yoh. 2:6). Tuhan Yesus adalah panutan kita, bagaimana Ia tidak pernah berhenti berjalan bersama dengan Allah dalam sepanjang hidup-Nya.

Berbagai tantangan dan kesulitan kehidupan dunia dapat menghambat kekonsistenan kita bergaul dengan Allah. Untuk mengatasi rintangan ini, kita harus terus-menerus beriman kepada Allah. Perjalanan hidup kita bukan karena melihat, tetapi karena percaya (2 Kor 5:7). Henokh percaya kepada Allah dan Alkitab menyatakan bahwa ia terus-menerus berjalan dan bergaul dengan Allah selama 300 tahun. Ini hanya mungkin karena ia mempercayakan dirinya sepenuhnya kepada pemeliharaan dan anugerah Allah. Mari kita saling mengingatkan untuk senantiasa taat kepada kehendak Allah dan beriman kepada Allah. Dengan berjalan bersama Allah, komitmen kita pasti akan terwujud dalam kehidupan real.

(Mei 2012)