<< Kembali

 

Jangan takut

Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. (Yesaya 41:10)

 

Ada banyak hal di dalam kehidupan ini yang bisa membuat kita ketakutan. Sesungguhnya perasaan takut adalah sesuatu yang wajar karena itu merupakan tanggapan terhadap situasi tertentu, karena rasa sakit atau ancaman bahaya. Di zaman teknologi tinggi sekarang ini, orang tetap belum dapat mengatasi rasa takut. Contohnya, dengan kemajuan ilmu kedokteran sudah sangat canggih, di banyak negara orang sedang was-was terjangkit penyakit ebola yang mematikan. Namun apabila ketakutan itu sedemikian menguasai kita sehingga melumpuhkan hidup kita, maka ini yang menjadi tidak sehat.

Untuk itu Alkitab memberikan pengharapan agar kita jangan takut karena kita mempunyai TUHAN semesta alam yang maha kuasa dan maha tahu. Ia mampu menjaga dan memelihara setiap anak-anak-Nya secara pribadi dan komunal. Dengan demikian kita tetap dapat berkarya bagi Tuhan melalui hidup kita.

Untuk bangsa Israel yang ada di dalam pembuangan, Allah menjanjikan peneguhan dan penyertaan bagi mereka hingga kembali ke tanah Perjanjian. Tuhan semesta alam akan terus menolong dan memegang mereka. Allah yang sama akan terus memenuhi janji-Nya bagi umat-Nya pada hari ini. Perubahan-perubahan situasi yang baru yang tidak mempunyai kepastian dalam hidup akan membuat kita takut. Juga situasi baru yang mana kita belum pernah punya pengalaman dengannya akan mendatangkan rasa ragu-ragu di dalam hati kita. Perubahan kondisi kesehatan, situasi ekonomi, tekanan untuk menyelesaikan tanggungjawab dalam waktu yang terbatas bisa membuat kita cemas. Akan tetapi Allah akan memegang tangan kita dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan.

Tahun ini adalah tahun yang bersejarah bagi gereja kita dan kita sangat bersyukur karena setelah bergumul selama 22 tahun akhirnya kita bisa diterima menjadi anggota penuh sinode FeG Jerman. Pada saat yang sama kita mengalami pergantian kemajelisan. Kita semua belum berpengalaman menjalani kehidupan bersinode, namun kita dapat berharap bahwa Tuhan Yesus yang tetap sama kemarin, hari ini dan selamanya akan menyertai dan menolong kita.

(Oktober 2014)