<< Kembali

 

Persekutuan Pasangan Suami Istri (Pasutri)

 

Firman Tuhan di dalam kisah penciptaan di Kejadian 2:18-24 mengatakan bahwa tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Maka TUHAN Allah menciptakan seorang penolong baginya. Penolong yang diambil dari tulang rusuknya, ketika manusia itu sedang tertidur pulas. Penolong yang sepadan, yang adalah bagian dari tubuh manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.“ Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

 

Menjadi satu daging dalam ikatan pernikahan yang kudus adalah kehendak dari TUHAN Allah pencipta kita. Ketika seorang laki-laki dan perempuan mengambil keputusan untuk menikah, menjadi satu dan meninggalkan keluarganya, mereka memulai lembaran baru dalam kehidupan ini atas dasar kasih. Dalam proses menjadi satu ini pihak suami dan istri belajar untuk mengenal pasangan masing-masing. Dan seperti setiap pasangan suami istri tahu, hal ini kadang kala bisa menimbulkan masalah, karena untuk menyatukan kedua pribadi dengan latar belakang yang berbeda tidaklah mudah. Dalam menjalani kehidupan rumah tangga, sering kali suami istri dihadapkan dengan konflik-konflik yang didasarkan oleh perbedaan sifat atau karakter masing-masing.

 

Bagaimana kita dapat menyelesaikan konflik-konflik tersebut sesuai dengan Firman Tuhan?

Apakah yang ingin Tuhan ajarkan kepada kita lewat konflik-konflik yang ada di dalam pernikahan kita?

Apakah kehidupan pernikahan kita sesuai dengan kehendak Tuhan?

Bagaimana kita dan pasangan hidup dapat bekerjasama dengan baik dalam sebuah pernikahan?

Bagaimana kita dapat menjadi pasangan yang membawa berkat untuk lingkungan kita?

Bagaimana kita dapat belajar untuk lebih mengasihi pasangan hidup kita, ketika kita mengalami masalah dan pergumulan?

Bagaimana kita dapat mengampuni ketika pasangan hidup kita menyakiti kita?

 

Ini adalah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin sering muncul di dalam benak suami istri, ketika menjalani kehidupan pernikahan dengan pasangan masing-masing. Dan pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadi salah satu impuls dalam Persekutuan Pasutri di FeG Immanuel Berlin.

 

Di dalam Persekutuan Pasutri yang diadakan pada setiap hari Rabu terakhir di setiap bulan ganjil ini, akan dibahas secara sistematis tema-tema yang berkenaan dengan kehidupan pernikahan. Di dalam kelompok-kelompok kecil (kelompok suami dan kelompok istri) suami istri akan membahas tema-tema tersebut secara detail dan menggali Firman Tuhan yang menjadi dasar penting dalam solusi dari tema masing-masing. Terdapat juga kesempatan untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang dibagikan didalam kelompok kecil tersebut.

 

Tujuan dari Persekutuan Pasutri adalah untuk belajar, bagaimana suami istri menjalani kehidupan pernikahan sesuai dengan Firman Tuhan, dan belajar agar kehidupan rumah tangga menjadi kokoh, senantiasa bertumbuh didalam Tuhan, dan membawa berkat untuk orang lain sebagai sebuah kesaksian bagi Tuhan. Untuk itu suami istri perlu melihat dan menyadari bahwa Firman Tuhan adalah landasan yang kokoh untuk setiap kehidupan pernikahan Kristen yang sehat.

 

Silahkan mengunjungi komunitas kami di Facebook